2 September 2010

huuaaahhhhhh....
membosankan...

aku nggak tau mau ngepost apa. Habis bete aku ga ngapa"in...
tidur? sudah dicoba.. tapi gagal... SELALU

oke - oke, sebenernya bukan aku nggak ada pekerjaan, tapi kebanyakan pekerjaan lebih tepatnya. temen-temen nyebut tgas kami itu THR (Tugas Hari Raya) *nggak ada embel-embel liburannya...
soalnya kita gak bakal sempat liburan kalo ngerjain semua tugas ini...

nih catetan tgsku >>
1. FISIKA : ngerjain LKS halaman 106-116
2. KIMIA : buku paket hlman 231 (berupa percobaan)
3. SOSIO : Bikin Presentasi tentang norma
4. MATH : Ngerjain Uji Kemampuan 10,11,12, LKS smp bab2 dan buku soal
5. BIG : Nulis buku harian recount 6 hari
6. TKR : LKS dan Buku kecil smp bab 2
7. BIN : Namatin LKS dan membuat rangkuman materi bab 4
8. PAI : Ngerjain lembaran
9. Bjpang : Ngerjain buku paket hal16-21 plus ngapalin puluhan huruf hiragana(sadis)
10.PKN : Buat presentasi
11.Ekonomi: buku paket hlm 30-34 lks uji kom 123
12.Geograf: kliping bencana alam
13.olahrga: makalah ttg atletik

dan mungkin masih ada beberapa tgs lain... gila aja... ini mah kalo dikerjain smp lebaran monyet juga ga bakal selesai *lebayy

ahh y udahlah... dari pada ngeluh mulu,,, mending ngerjain... ciaoo!!

waw!!

hmm,, barusan aku baca blog salah satu temen sekelasku, ya isinya kurang lebih sama ama blogku ini. cuap - cuap nggak jelas. hmm,, aku ketemu satu entrinya dia, isinya nyeritain tentang seorang cewe, intinya dia iri ama semua yang dialami cewe itu.

bukan ke ge-er.an.... tapi kok kayaknya yang dimaksud aku ya??
duhh,, temenku tercintaa
padahal dia lebih cantik dari aku,
lebih pinter dari aku, (ya iyalah, secara aku disuruh ngerjain PR aja males)
trus knapa dia iri ama aku?

ternyata setelah dibaca berulang - ulang selama beribu ribu tahun, (lebayy)
dia pengen kayak aku gara - gara aku :
1. plin - plan
2. ceplas - ceplos
3. gak jelas
4. hobi ketawa
5. santai
6. nyebelin (yang ini aku nggak trima)

aduhhh yang dia sirikin dari aku kok g ada bagus - bagusnyaa..
semua kejelekanku pengen dia tiru tapi nggak bisa,,
yah itulah aku,,, be my self,, jadinya banyak orang yang sayang ama aku =) pedeee

Kelas Baru 2

Hmm,, secara nggak langsung, aku berharap temen – temenku yang sekarang ini rela nurunin ego masing - masing buat bikin kelas yang kompak.

Tapi apa daya,, buktinya waktu ada lomba kebersihan kelas, yang berangkat buat kerja bakti pun bisa diitung pake jari satu tangan. Semua pada egois, seolah cuma mereka yang sibuk.

Aku mikir positifnya aja sih, mereka bukan nggak niat. Tapi sibuk, atau rumahnya terlalu jauh dari sekolah. Jadi aku ngadain kerja bakti waktu jam kosong disekolah. Tapi rasanya kayak aku bohong sama diri sendiri kalo bilang mereka itu sebenernya niat buat kerja bakti. Dalam kondisi absen yang nihil, tetep aja yang nyapu cuma aku. Dan hilmi yang masang ini itu. Diruangan yang segitu luas.

Bukannya aku nggak ngajakin mereka buat kerja bakti. Aku udah capek ngingetin mereka. Semua sok sibuk sendiri – sendiri. Iya sih aku bukan ketua kelas. Tapi kalo masalah ngebersihin kelas, seolah – olah aku ini pembantu umum yang digaji tinggi.
Boro – boro digaji tinggi. Yang ada mereka juga cuma mantengin aku yang ngajakin beres – beres, lebih parah lagi malah anak – anak cowok dikelasku yang malah ngejekin ortu,, rasanya pengen nyumpel sepatu yang bikin kakiku lecet ke mulut mereka.

Aku Cuma berharap satu. Penurunan ego buat bikin kelas yang kompak dan perduli satu sama lain.

Kelas Baru

sebenernya kelewat banget sih kalo aku mosting sekarang,, tapi dari pada enggak. telat gpp lah.

kangen juga lama nggak ngeblog setelah beberapa kali lupa ama password sakti blog tercinta ini =)

hm,, nggak kerasa sih, kalo udah waktunya pake putih abu-abu, padahal jiwa - jiwa balita, hehe.

hmm,, sudah hampir 3 minggu pembagian kelas berlalu (formalnya),, aku masuk dikelas yang isi muridnya paling sedikit. cuma 18 anak itu udah termasuk aku. yah, kelas aksel lagi.

kirain temen - temen yang ini, sama aja ama yang dulu, "ego" nya tinggi,, emm penilaianku kayaknya nggak seratus persen salah, nggak seratus persen bener juga.

Menanti Jawaban

Kerlip bintang
Redup bulan
Menemaniku dalam kebimbangan
Memandangiku ditengah keraguan
Terombang ambing dimata sang malam

Sejenak ku terdiam
Mencari jawaban dari keraguan hati
Tak kutinggalkan doaku
Kupandangi angin yang terdiam
Ku katakana pada embun malam
Ku ungkapkan pada bayang awan

Namun…..
Aku masih tetap ragu
Setengah jiwaku mencari jawaban
Setengah nafasku menanti jawaban
Akan hati yang masih bimbang
Atas segala yang engkau perbuat
Atas segala yang engkau ucap

Aku masih disini
Menanti jawaban
Atas kebimbangan

Hancur Dalam Diam

Pijak langkah tanpa bayang
Terdiam dalam kebisuan malam
Diam dalam kesunyian kata
Tak sanggup berucap

Masih dalam kesunyian malam
Ditemani kesendirian
Dihiasi kegelapan
Dilindungi kedamaian hati

Ingin kuhapus bayangmu
Yang telah matikan rasaku
Namun bayangmu tlah tetata
Rapi……dalam benakku
Mengambil seluruh nafasku

Sekarang pun kuharus berpijak
Tanpa nafas ku
Yang tlah larut dalam nafasmu

Bayang dirimu
Kini bejajar dinadiku
Mengalir dalam darahku
Terhembus ditiap nafasku

Hanya engkau
Engkau yang dihatiku
Engkau yang dibenakku
Engkau yang hancurkan rasaku

Rasaku

Aku terbuai dalam pujian hati
Menjanjikan sejuta keindahan
Namunku terperangkap dalam rasa
Kuterjatuh dalam jurang hati
Kuterbelenggu dalam ruang jiwa

Dalam sepiku rasakan malam
Angin menggoda semakin resah
Setitik awan pun tak berani menjamah malam
Aku hanya sendiri ……..dalam kehampaan
Tapi perbuatanmu memang slalu uji kesabaranku
Sakitnya bahkan masih tersisa

Namun, engkau ada dalam bayangku
Terpatri jelas dlam anganku

Ingin ku enyahkan
Namun hatiku makin menahan
Slahkah aku?
Jika ku tak henti berharap
Kurela untukmu
Korbankan seluruh nafasku
Tuk seulas senyumu
Kujanjikan seluruh hidupku
Untuk bahagiamu

Akankah ini nyata?

Mentari mulai menyendiri
Enau pun diam tak bergeming
Gundah gelapkan senja
Aku mulai terdiam dalam resah

Saat angin pun menyepi
Ombak berlantun tenang
Nafasku mulai tercekat
Impikan engkau bersamaku
Aku masih terdiam dalam gelisah

Puja aku dengan ragamu
Utus cintamu tuk menjemputku
Tatkala rangkai mimpi dalam bingkai hati
Rangakai keindahan dalam hayal, bersama
Inginkan semua ini tak hanya mimpi

Tentang Mimpi

Mata indahmu memandang jenuh
Entah apa yang kau fikir
Gema adzan terkikis hujan
Akankah esok hari kan cerah?

Senja mulai terganti
Oleh malam yang kian hening
Nyanyian sang bulan menatap gerimis
Impian hati kini mulai menangis
Akankah hayalnya menjadi nyata?

Pagi mulai mengusik
Untaian tasbihmu tak henti mengalir
Tertata mimpinya dalam doa
Rangkai hayalnya dalam subuh
Inginkan semua menjadi nyata

Perih

Kini aku sendiri dimalam sunyi
Ditelan kegelapan, diterjang kehampaan
Batinku terkoyak
Hatiku teriris…perih
Bimbang tanpa arti
Kini hatiku terbagi
Memang aku yang membagi
Namun ketika semua pergi
Akhirnya ku harus mati
Karna luka yang kubuat sendiri
Perihku, tak ka ada arti
Tanpa cinta yang sejati
Memang hatiku terbagi
Tapi mengapa semua harus menyakiti
Aku diterkam ketakutan
Akan kesendirian
Tiada lagi harapan
Aku tlah terbuang
Oleh kesunyian
Oleh kehampaan
Berteman perih
Dan kesendirian
Semua tlah terbuang

Kau!

Aku memang tahu engkau
Aku memang mengetahui sikapmu
Namun aku tak sempurna
Kau tahu, itu!
Aku tak bisa mengerti atas semua sikapmu
Lelah ku menahan amarah
Resah ku menahan gelisah

Tak kah kau tahu
Betapa aku menahan tangis
Ketika ku mencari semua tentangmu
Dan ku memahami yang ada dalam dirimu

Ku tahu kau tak mengerti
Namun, cobalah tuk menghargai dirimu
Sebelum kau coba tuk hargai aku
Sebelum kau coba tuk pahami dirimu
Sebelum kau sakiti aku

Dusta jika kau berkata tak tahu
Munafik jika kau tak merasakan
Atau,
Karena kau memang tak ingin tahu
Atau memang hatimu tak bisa merasakan?

Kau….
Tak ada yang bisa kupahami dari dirimu

Tujuan Hidup

Entah apa yang kuingin
Ditengah hujan gerimis
Dalam pencarian jati diri
Menemani kesepianku

Entah apa yang kurasa
Ditengah kehilanganku
Dalam kehampaanku
Melepas cintaku

Entah apa yang kufikir
Ditengah keegoisanku
Dalam kemunafikkanku
Mencari arti hidupku

Entah apa yang kumiliki
Ditengah kesendirianku
Dalam kesepianku
Mencari engkau kawanku

Entah apa yang ku mau
Ditengah ribuan pilihan
Dalam jutaan keputusan
Miliki bahagia ibu ayahku

Bahagian kan mereka
Banggakan mereka
Bersama mereka
Kini itulah yang kutahu
Tentang, Tujuan hidupku

Diam Malam

Kian lelah memandang
Kian letih berjalan
Dalam hati bersemayam
Dalam jiwa yang temaram
Mengusik asa yang tak tenang
Hati berbincang dengan awan
Mata memanggil lindap bintang
Buaian angin menyapa wajah
Ditemani helai daun yang berguguran
Dan sang mentari beranjak ke peraduan
Usaikan pertarungan
Lenyapkan kebisingan
Patahkan usikan senja
Datangkan keheningan
Membawa kedamaian
Dalam lelap sang mentari
Dengan senandung sayang sang bulan
Dilindungi hening doa
Memanggil kesunyian malam
Lelapkan penghuni hati
Tenangkan resah jiwa
Kian temaram
Diam malam
Bersama nada indah kunang – kunang

Hati

Aku terbuai dalam pujian hati
Menyanyikan sejuta keindahan
Namunku terperangkap dalam rasa
Kutersandung dalam jurang hati
Kuterbelenggu dalam ruang jiwa
Dalam sepiku rasakan malam
Angin menggoda semakin resah
Setitik awan pun tak berani menjamah
Aku hanya sendiri…dalam kehampaan
Tapi…kau memang selalu lukai hati
Sakitnya bahkan masih terasa
Dijiwa yang tersayat luka
Namun ia didalam bayangku
Terpatri jelas dianganku
Inginku enyahkan…..
Namun hatiku makin menahan
Kini…salahkah aku?
Jika aku masih, dan terus berharap
Kan kuberikan separuh nyawaku
Bahkan kukorbankan seluruh nafasku
Untuk bahagiamu


ini puisi bikinanku waktu masih culun.
hihihi

wait...emang sekarang udah nggak culun???

Hijrah ama Mbah Darwin

Yapz…kali ini emang bukan khayalan dari sang pengetik….cerita ini berdasarkan pengalaman dari kisah nyata…..terjadi pada hari jumat malam, sekitar pukul 19.30………dengan sedikit tambahan bumbu-bumbu kata ajaib dari sang pengetik….hehehe>>eh tapi kalo ada yg merasa dirugikan or tersinggung…mohon maap yak!!

N3M lagi les biologi dikapteni oleh Miss Resty, yang tak lain en tak bukan adalah guru kita….

Miss Resty lagi ngasi kita contoh teori dari Mbah Darwin tentang seleksi alam….gak perlu gw jlasin kan apa ntu seleksi alam?? Males gw ngetiknya..hehehehe

Miss Resty : nah, anak-anak miss resty akan mencertitakan sejarah ketika Mbah Darwin menemukan, alias menyimpulkan teorinya…diam ia..

Anak-anak??heh: ia Miss!!!!

Miss Resty : nah waktu itu Mbah Darwin hijrah ke Londoon…London…*loh?? Kok jadi nyanyi g jelas???yang bner hijrah ke Galapagos…bla…bla….bla*kok bla”??apaan sih ni penulis???>>hehe…males ngetik gw, g apa yah…biar hemat waktu…

N3M : oooo jadi gitu Miss ceritanya….

Miss Resty : nah sekarang contoh dari seleksi alam….

N3M>>usrek sendiri, konsentrasi ama HaPe masing-masing…hehehhehe

Miss Resty>>ngambekkk mode : ON

Miss Resty : wes moh aku dek ngelesi lagi nek kaya gini…

N3M : ia dehh miss kita merhatiin…heheheheee*nyilang jari ndek balik pungung

Miss Resty : jadi contohnya, kita berlima hijrah ke Australia….nah disana itu cuma ada roti dan g ada nasi…..nah Ninda ni g mau makan klo g makan nasi*ooo ndesoo,,hhehee….jaadi dia makin kurus dan….innalilahi…hiks…x9

Mega : hahaha…..aduh nin,, g ada yg ngelayat ntar…qm bnyak gaya sih..ko`id aja ndek Australia

Ninda : g apa ug…lumayan keren…ko`id ndek Australia….

Miss Resty : nah,, terus kita berempat ke Cina…nah Nadya kan uda kebiasaan dari Australia makan roti, nah di Cina adanya cuman Mi…..nah dia g mau makan,, akhirnya ya sama kaya ninda….

Ninda : g apa nad…qta mamen..ko`idnya diluar negri…hehehehe

Miss Resty : nah terus kita ke London…..

Mega : nah terus saya yang cerita Miss, qta ke London nah di London kan Cuma ada coklat, nah Miss Resty g mau makan…en akhirnya..saya g perlu mencerita kaan krna terlalu tragis Miss hehehe,,, akhirnya Nana dan saya selamat miss…yeeeee

Mega>>jelas gw g mau mati kelaparan diLondon

Miss Resty>>g mau kalah

Miss Resty : enggak dek…terus kamu sama Nana ke Etophia…nah…,mau makan apaa kamu disana

Nana>>ikutan g mau kalah

Nana : enggak donk miss kita disana selamat en membangun Etophia

Mega : ia miss, qta disana entar jadi presiden…..mensejahterakan org-org yg ada disana…heheheheheh*toss ama nene

Ninda : yah…kita matinya jauh-jauhan

Mega : tenang…klo kita udah jadi presiden…entar makam kalian kita pindahin kok…..heheheheeeee……..

Yah,,,,itulah hasil les kita….nyari ilmu sambil ktawa …g jauh beda kan ama menyelam sambil minum aer…hehehehehe