Mengenai Kecewa

Mengenai kecewa, rasanya sangat menyakitkan, menyesakkan seluruh rongga dada dan tak ada ruang yang tersisa. Lalu perih yang tak berujung telah menanti didepanmu. Merasa sia – sia atas semua kebohongan yang terulang. Jatuh, itu yang akan kau rasakan selanjutnya, jatuh sejatuh – jatuhnya ke lubang yang paling dalam dihatimu. Berdarah. Itu sisanya. Dan bersiaplah menanti semua sensai kekecewaanmu. Dan menapakinya satu persatu atau sekaligus, yang akan membawamu pada jurang depresi.
Ketika ada suatu harapan datang menjanjikan setitik cahaya terang. Sungguh, seakan semua rasa sakit itu kan sirna, menguap begitu saja. Kemudian kau akan merasakan betapa hidupmu yang kau sesali tak sedikitpun sia – sia karena cahaya itu benar – benar mendatangimu. Seluruh sesak didadamu akan tergantikan oleh rasa hangat yang sangat nyaman. Dan semua luka yang ada dihatimu sirna seketika. Semua perasaanmu otomatis akan kembali pada posisinya semula.
Kebahagiaanmu akan terus berlanjut. Dengan catatan cahaya itu benar – benar mendatangimu. Siap menerangimu dimanapun kau ada. Sejauh apapun kau jatuh. Separah apapun kau tergores dan terluka. Ia akan menjadi penyembuh dari segala perih yang kau rasa. Melengkapi setiap kepingan perasaanmu yang mulai tertata kembali menjadi suatu kesatuan yang sempurna. Melengkapi hidupmu yang bahagia.
Namun, bagaimana jika harapan itu tak benar – benar ada? Harapan itu hanya khayalanmu belaka? Atau cahaya itu, hanya cahaya tipuan buatanya? Dan cahaya itu tak kan pernah datang.
Bersiaplah untuk hancur seketika, tergores luka sedalam – dalamnya. Dan jatuh pada lubang gelap yang tak berujung. Siapkan hatimu untuk merasakan perih yang tak terperi pada kekecewaanmu yang berulang. Kekecewaanmu yang kedua. Merenggut semua rasa hangat pada hatimu, semua perlindungan yang kau harap sebelumnya. Dan kali ini kau akan merasa hidupmu benar – benar sia – sia. Nikmatilah rasa itu.
Siapkanlah dirimu akan dua hal itu, akan semua kemungkinan. Agar kau benar – benar siap menghadapi takdirmu. Ikhlas. Hal yang paling sulit untuk kau pelajari. Mengikhlaskan semua kemungkinan yang akan terjadi pada hidup dan akhir dari kekecewaanmu. Jika akhir dari kekecewaanmu adalah bahagia, buatlah agar menjadi lebih bahagia. Dan jika akhir kekecewaanmu adalah kekecewaan dan perih yang berulang. Ubahlah segala sesuatunya menjadi lebih indah. Karna hidup takkan slamanya tertunda pada kekecewan.

0 komentar:



Posting Komentar